Posted by : CAK MAIL Jumat, 15 Februari 2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Sekarang ini muncul berbagai model pembelajaran yang digunakan oleh para pengajar dengan tujuan agar proses belajar mengajar lebih efektif  dan bermakna, salah satu di antaranya, yaitu pembelajaran kontekstual.
Pada dasarnya, CTL merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. Siswa didorong untuk beraktivitas mempelajari materi perkuliahan sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya. Belajar dalam konteks CTL bukan sekedar mendengarkan dan mencatat, tetapi belajar dari proses pengalaman secara langsung. Melalui proses pengalaman itu diharapkan perkembangan siswa terjadi secara utuh, yang tidak hanya berkembang dalam aspek kognitif saja, tetapi juga aspek afektif dan juga psikomotor. Belajar melalui CTL diharapkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang dipelajarinya.


B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dan konsep dasar CTL?
2.      Apa saja komponen-komponen CTL?
3.      Apa perbedaan CTL dengan Pembelajaran konvensional?

C.     Tujuan Pembahasan

1.      Menjelaskan pengertian dan konsep dasar CTL
2.      Menjelaskan komponen-komponen CTL.
3.       Membedakan CTL dengan Pembelajaran konvensional.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pembelajaran Kontekstual
            Menurut Jhonson ( 2002) Mengartikan pembelajaran konstektual adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya.
            The washington State Consortium for Contextual Teaching and learning (2001) mengartikan pembelajaran konstektual adalah pengajaran yang memungkinkan siswa memperkuat, memperluas dan menerapkan pengetahuan dari keterampilan akademisnya dalam berbagai latar sekolah dan di luar sekolah untuk memecahkan seluruh persoalan yang ada di dalam dunia nyata. Pembelajaran kontekstual terjadi ketika siswa menerapkan dan mengalami apa yang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah riil yang berasosiasi dengan peranan dan tanggung jawab mereka sebagai anggota keluarga, masyarakat, siswa, dan selaku pekerja.
            Center on Education and work at the University of Wiconsin madison ( 2002) Mengartikan pembelajaran kontekstual adalah suatu konsepsi belajar mengajar yang membantu guru menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, masyarakat dan pekerja.
                Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.
            Merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi,sosial, dan budaya) sehingga siswa memiliki pengetahuan yang dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lainnya.
            Dari pengetahuan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran kontekstual ( CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru menghubungkan antara materi pelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari .

Berikut ini adalah enam kunci dasar pembelajaran kontekstual:

1)      Pembelajaran bermakna : Pemahaman, relevansi, dan penilaian pribadi sangat terkait dengan kepentingan sisiwa dalam mempelajari isi materi pelajaran.
2)      Penerapan Pengetahuan, kemampuan siswa untuk menerapkan hal yang telah dipelajari dalam tatanan kehidupan.
3)      Berfikir tingkat tinggi, siswa diharapkan untuk berfikir krisis dan kreatif dalam pengumpulan data, pemahaman dan pemecahan masalah.
4)      Kurikulum yang dikembangkan adalah kurikulum yang berdasarkan standart.
5)      Responsif terhadap budaya, guru harus dapat menghargai nilai, kepercayaan dan kebiasaan siswa.
6)      Penilaian autentik, penggunaan dari berbagai aspek penilaian, misal dalam penggunaan portofolio, observasi, dan sebagainya.


B.     Ciri-Ciri Pembelajaran Kontekstual :
·          Ada kerja sama antar semua pihak.
·          Mengutamakan pemecahan masalah
·          Bermuara pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda.
·          Saling menunjang.
·          Bergairah dan menyenangkan Pembelajaran terintegrasi.
·          Menggunakan berbagai sumber.
·          Siswa aktif, kritis, guru kreatif.
·          Sharing dengan teman.
·          Dinding, lorong kelas penuh hasil karya siswa.
·          Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor, tetapi juga hasil karya siswa.


C.    Peran Guru dan Siswa dalam CTL
            Setiap siswa mempunyai gaya yang berbeda dalam belajar. Perbedaan yang dimiliki siswa tersebut dinamakan sebagai unsure modalitas belajar. Menurut Bobbi Deporter ada tiga tipe gaya belajar siswa, yaitu tipe visual, auditorial dan kinestis.
            Tipe visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, sedang tipe auditorial adalah tipe belajar dengan cara menggunakan alat pendengarannya, dan tipe kinestetis adalah tipe belajar dengan cara bergerak.
            Sehubungan dengan hal itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL.
  1. Siswa harus dipandang sebagai individu yang sedang berkembang
  2. setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan penuh tantangan
  3. belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui
  4. belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada.

D.    Asas-Asas CTL
CTL sebagi suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 asas. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL
a)      Konstruktivisme
Adalah proses pembangunan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.
b)      Inkuiri
Adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Proses inkuiri dilakukan dalam beberapa langkah:
1)      Merumuskan masalah
2)      Mengajukan hipotesis
3)      Mengumpulkan data
4)      Menguji hipnotis berdasarkan data yang ditemukan
5)      Membuat kesimpulan



c)      Bertanya (Questioning)
Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir.
Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk:
1)      menggali informasi dan kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran
2)      membangkitkan motvasi siswa untuk belajar
3)      merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuat
4)      memfokuskan siswa pada suatu yang diinginkan
5)      membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu

d)     Masyarakat Belajar (Learning Community)
Konsep Masyarakat Belajar (Learning Community) dalam CTL menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain. Dalam kelas CTL, asas ini dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar.

e)      Pemodelan (Modeling)
Merupakan proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa.

f)       Refleksi (Reflection)
Merupakan proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilalui.

g)      Penilaian Nyata (Authentic Assessment)
Adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa.


E.     Pola dan Tahapan Pembelajaran CTL
1)      Pola Pembelajaran Konvensional
untuk mencapai tujuan kompetensi, guru menerapkan strategi pembelajaran sebagai berikut:
  • Siswa disuruh untuk membaca buku tentang pasar
  • Guru menyampaikan materi pelajaran
  • Guru memberikan kesempatan pada siswa untk bertanya
  • Guru mengulas pokok-pokok materi pelajaran  yang telah disampaikan dan dilanjutkan dengan kesimpulan
  • Guru melakukan post-tes
  • Guru menugaskan kepada siswa untuk membuat karangan sesuai dengan tema “pasar”

2)      Pola Pembelajaran CTL
untuk mencapai tujuan kompetensi, guru menerapkan strategi pembelajaran sebagai berikut:
  1. Pendahuluan
  2. Inti
  3. Penutup
Pada CTL untuk mendapatkan kemampuan pemahaman konsep, anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru, akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan. Untuk itu ada beberapa catatan dalam penerapan CTL sebagai suatu strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
  1. CTL adalah model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.
  2. CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal, akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata.
  3. Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan mereka di lapangan.
Materi pelajaran ditemukan oleh siswa sendiri, bukan hasil pemberian dari orang lain

F.     Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensioanal
NO
Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensioanal
CTL
Pembelajaran Konvensional
1
Siswa sebagai subjek belajar
Siswa sebagai objek belajar
2.
Siswa belajar melalui kegiatan kelompok
Siswa lebih banyak belajar secara individu
3.
Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata
Pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak
4
Kemampuan didasarkan atas pengalaman
Kemampuan diperoleh dari latihan-latihan
5
Tujuan akhir kepuasan diri
Tujuan akhir nilai atau angka
6
Prilaku dibangun atas kesadaran
Prilaku dibangun oleh factor dari luar
7
Pengetahuan yang dimiliki individu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya
Pengetahuan yang dimiliki bersifat absolute dan final, tidak mungkin berkembang.
8
Siswa bertanggungjawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran
Guru penentu jalannya proses pembelajaran
9
Pembelajaran bisa terjadi dimana saja
Pembelajaran terjadi hanya di dalam kelas
10
Keberhasilan pembelajaran dapat diukur dengan berbagai cara
Keberhasilan pembelajaran hanya bisa diukur dengan tes




BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari penjabaran mengenai Contextual Teaching and Learning (CTL) di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi nyata sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka.
2.      CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal, akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata.
3.      Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan peserta didik di lapangan.
4.      Ada beberapa perbedaan antara strategi pembelajaran CTL dan konvensional yang membuktikan bahwa CTL lebih efektif dan mampu menjadi alternatif pilihan strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah.
5.      Diperlukan pola dan langkah pembelajaran CTL di kelas agar strategi CTL dapat diterapkan secara efektif dan sesuai materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).




DAFTAR PUSTAKA
Sulistyanto. 2009. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching And            Learning (CTL) Disertai Lembar Kerja Siswa Untuk Meningkatkan Proses     Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII A SMPN 1 Kemusu Boyolali           Tahun Pelajaran 2008/2009. Surakarta: Skripsi FKIP Universitas    Muhammadiyah Surakarta.
http://water forgeo .blog spot.com/2011/04/ciri-ciri-pembelajaran kontekstual.html

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

- Copyright © MABES FAI UNIPDU JOMBANG 2011 -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -